Bus Transjakarta Mengisi Gas pada Jam-jam Sibuk
Selaku penumpang tetap transjakarta,
saya keberatan dengan pelayanan bus ini yang makin lama makin buruk.
Sudah memiliki banyak koridor, pengelola bus ini terkesan tidak menambah
kendaraannya. Pada jam-jam sibuk, pukul 07.00-09.00 dan pukul
16.00-18.00, kebanyakan bus transjakarta di Koridor II, III, IV, V, VII,
VIII, IX, X, dan XI justru mengisi bahan bakar gas. Saban hari begitu!
Penumpang
diabaikan dan dibiarkan menunggu berjam- jam di halte, terutama di
halte transit Harmoni Central Bus- way (HCB), Senen Central Busway
(SCB), Cawang UKI, Cempaka Timur, Pramuka BPKP, dan Matraman, tanpa ada
tindakan nyata pengelola mengatasinya.
Selain
itu, setiap hari dalam kurun pukul 16.00-18.00, lebih dari lima bus
transjakarta mangkal di pinggir Jalan Mayjen Sutoyo, dekat Halte BKN,
hingga Cawang UKI. Padahal, pada saat itu penumpang pulang dari kantor.
Mereka diabaikan dan dibiarkan menunggu lama berdesak-desakan di halte.
Soal
yang kami kemukakan ini sudah sering disampaikan komunitas online
penumpang transjakarta melalui sarana yang disediakan pengelola
transjakarta, baik berupa Facebook, akun Twitter, layanan SMS, dan nomor
pengaduan 02185916767. Pengelola tak bertindak, seperti sengaja
memperlambat penumpang tiba di rumah dari kantor. Adakah maksud tertentu
di sini?
Transjakarta milik warga DKI Jakarta dan dibiayai oleh APBD.
Putra Arista Pratama
Jati Cempaka, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat
Tegur Pedagang yang Jualan di Halte Busway, Putra Malah Kena Gampar
Jakarta - Halte bus TransJ yang
seharusnya bersih dan nyaman, mulai ada yang diserobot pedagang. Salah
seorang pedagang yang berjualan di halte busway Cempaka Mas bahkan
sempat menggampar salah seorang penumpang yang menegurnya berjualan di
halte.
Peristiwa ini terjadi pada 19 Oktober 2013 sekitar pukul 20.14 WIB. Saat itu Putra Arista, salah seorang penumpang bus TrasJ, sedang melwati jembatan transit Cempaka Mas dari Koridor 2 ke Koridor 10. Saat itu Putra melihat ada pedagang yang berjualan di dalam halte busway Cempaka Mas.
"Saya segera melaporkan hal itu kepada petugas yang sedang bertugas di halte busway Cempaka Mas, tapi entah mengapa petugas itu tak merespons laporan saya, lalu saya tegur saja pedagang itu," kata Putra lewat surat pembaca detikcom, Minggu (20/10/2013).
Putra mengatakan, pedagang itu tidak menerima tegurannya dan mengejar dirinya. Ketika dia masuk ke dalam bus, pedagang itu ikut masuk dan menampar dirinya. "Entah mengapa petugas TransJ dalam bus tidak menolong saya," katanya.
Putra mengatakan, pedagang itu malah sempat ingin menariknya keluar dari bus TransJ namun petugas juga tidak menolongnya. "Saya kecewa sekali padahal punya hak untuk mendapat rasa aman," katanya.
Kepala Unit Pelayanan Bus Transjakarta Pargaulan Butar Butar akan menindaklanjuti peristiwa itu. Dia menegaskan, pedagang tidak boleh berdagang di dalam halte. "Saya akan tindak lanjuti. Nanti saya akan panggil yang bertugas di halte tersebut," katanya saat dikonfirmasi detikcom.
Peristiwa ini terjadi pada 19 Oktober 2013 sekitar pukul 20.14 WIB. Saat itu Putra Arista, salah seorang penumpang bus TrasJ, sedang melwati jembatan transit Cempaka Mas dari Koridor 2 ke Koridor 10. Saat itu Putra melihat ada pedagang yang berjualan di dalam halte busway Cempaka Mas.
"Saya segera melaporkan hal itu kepada petugas yang sedang bertugas di halte busway Cempaka Mas, tapi entah mengapa petugas itu tak merespons laporan saya, lalu saya tegur saja pedagang itu," kata Putra lewat surat pembaca detikcom, Minggu (20/10/2013).
Putra mengatakan, pedagang itu tidak menerima tegurannya dan mengejar dirinya. Ketika dia masuk ke dalam bus, pedagang itu ikut masuk dan menampar dirinya. "Entah mengapa petugas TransJ dalam bus tidak menolong saya," katanya.
Putra mengatakan, pedagang itu malah sempat ingin menariknya keluar dari bus TransJ namun petugas juga tidak menolongnya. "Saya kecewa sekali padahal punya hak untuk mendapat rasa aman," katanya.
Kepala Unit Pelayanan Bus Transjakarta Pargaulan Butar Butar akan menindaklanjuti peristiwa itu. Dia menegaskan, pedagang tidak boleh berdagang di dalam halte. "Saya akan tindak lanjuti. Nanti saya akan panggil yang bertugas di halte tersebut," katanya saat dikonfirmasi detikcom.




